Senin, 23 Maret 2015

jurnal

Muhammad Fahru R

Jurnal Statistika dan Probabilitas
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id

 1306094@sttgarut.ac.id

Abstrak - Proses pembelajaran Madrasah  99 rancabango Garut yang sedang berjalan terdapat beberara permasalahan yang diidentifikasi yaitu mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi pembelajaran tentang nilai karena penyimpanan data masih dalam bentuk arsip dan pembuatan laporan nilai perhari masih dilakukan secara manual, dengan cara menulis ulang, sehingga kebutuhan informasi yang sifatnya segera untuk pengambilan keputusan manajemen menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian menjadi mudah dan efisien
Tujuan ini nilai di sekolah di Madrasah 99rancabango Garut sehingga dapat memberikan peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

Kata Kunci – Penelitian, Penilain Siswa-siswi, efektif,Efisien,permasalahan


I. PENDAHULUAN

Komplek Pesantren Persatuan Islam no. 99 Rancabango pimpinan K.H. Aceng Zakaria terdiri dari Asrama Putra, Asrama Putri, Perumahan Asatidz, Koperasi, Mushalla putri, Masjid Utama, Ruang Kelas dan fasilitas lainnya, yang beralamatkan di jln. Kudang sari rt rw 05/05
Tujuan dari penulisan Penelitian Tugas ini adalah untuk membuat penilain menjadi efektif dan efisien  di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan
peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

II.  LANDASAN TEORI

A.  Tabel Distibusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh
B.  Grafik Histogram
Histogram adalah grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar supaya diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena grafik histogram merupakan kurve tertutup. Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyatakan interval kelas (batas bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama “Nilai“ dan ordinat diberi nama “Frekuensi“, atau f
c.  Membuat skala pada absis dan ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama  perskalaan pada ordinat. Hal yang penting adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis. Tinggi masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan) frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi prestasi belajar “Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh histogram sebagai berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat perbedaan pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan histogram dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini adalah nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas nyata, sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C.  Grafik Poligon
Untuk membuat grafik poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan penting antara grafik histogram dengan grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat dengan mengunakan batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve (garis-garis yang sudah dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon frekuensi, dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik tengah dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh, dapat dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.
D.  Grafik Ogive
Grafik ini disebut juga dengan grafik frekuensi meningkat. Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan dibandingkan dengan kedua grafik sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik Ogive dapat dibuat, baik dari distribusi tunggal maupun dari distribusi bergolong. Pembuatan Ogive dimulai dengan cara-cara seperti membuat grafik lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis dan ordinat, berbanding kira-kira seperti satu banding tiga perempat, (2) membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari batas bawah di sebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi intervalinterval yang bersangkutan, (4) selanjutnya, disempurnakan dengan mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk penyajian. Hal yang perlu diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan menggunakan batas nyata dan bukan titik tengah sebagaimana grafik poligon. Berikut ini diberikan contoh untuk membuat grafik Ogive dari distribusi bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat dengan frekuensi meningkat dari atas atau dari bawah..

 
 Grafik Ogive digunakan, apabila ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal dalam kelompoknya sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya. Oleh karena itu, banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus, dan semacamnya yang dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu  kerapkali digunakan untuk mengadakan penilaian tentang kecakapan perorangan












III.  HASIL DAN PEMBAHASAN
a.       Data nilai
90
95
70
65
40
70
50
70
65
60
85
90
83
75
66
70
40
75
85
50
76
85
90
80
64
62
30
85
75
75
40
65
60
60
60
64
45
90
70
80
65
80
55
45
80
70
49
85
85
60

b.      Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan

Nilai minimal
30
Niai  maksimal
95
Range
55
Kelas
6
Interval
19

c.       Data yang di atas ini di rekap dalam tabel
Tepi bawah
Tepi atas
Frekuensi
30
54
9
55
64
9
65
74
10
75
84
11
85
89
5
90
95
6

Jmlh
50

d.       Table Distribusi Frekuensi Relatif
Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.

Tepi bawah
Tepi atas
Frekuensi
relatif
30
54
9
18%
55
64
9
18%
65
74
10
20%
75
84
11
22%
85
89
5
10%
90
95
6
12%

jmlh
50
100%
.  








e.       Histogram Frekuensi
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang diatas.

Tepi bawah
Tepi atas
Batas bawah
Batas atas
Frekuensi
30
54
25
59
9
55
64
50
69
9
65
74
60
79
10
75
84
75
89
11
85
89
80
94
5
90
95
85
95
6


F.   Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan tepi atas.

Tepi bawah
Tepi atas
Nilai tengah
frekuensi


21
0
30
54
42
9
55
64
59,5
9
65
74
69,5
10
75
84
79,5
11
85
89
89,5
5
90
95
92,5
6


92,15
0


Dan  poligon grafik nya



G.  Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kurang dari  data di atas.


Ogif
Kurang dari

29
0
54
8
64
8
74
10
84
10
89
4
95
6


Data ini menetukan lebih dari i data di atas.

Ogif
Lebih dari

29
6
54
4
64
10
74
10
84
8
89
8
95
0















Penyajian data terpusat
Kelas
NT
F
FK
TB
TA
30
54
42
9
4
55
64
59,5
9
8
65
74
69,5
10
10
75
84
79,5
11
8
85
89
89,5
5
8
90
95
92,5
6
6
Jumlah
432,5





Mean
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean= 3424/50 = 68.48
Jadi ukuran pusat rata-rata tunggal dari data tersebut adalah 68.48

 Median
Jumlah data frekuensi data sample =f =  n/2= 50/2 = 25. Maka f nya adalah 15. Dan letak medianya ada di 75-84
Keterangan:

  1. n= 50                                                   f = 15
  2. interval = 75-65=10                            F = 16
  3. TBMe= 74-75/2 = 36.5
Median= TBMe + (1/2n-F)/f x interval
            = 36.5 + (1/2 x 50 – 16)/ 100
            = 36.5 + (25 - 16)/100
            = 36.5 + 9/100
            = 36.5 + 0.09
            = 36.59


Modus
Keterangan:
-          Karena frekuensi terbanyak ada di 75-84, maka letak modusnya pun disanya.
-          d1= 15-9= 6
-          d2= 15-12= 3
-          TBMo= 74-75/2 = 36.5
-          interval = 75-65=10                           
Modus = TBMo + d1/(d1+d2) x interval
            = 36.5 + 6/(6+3) x 100
            = 36.5 + 6/9 x 10
            = 36.5 + 60/9
            = 36.5 + 6.667
            = 43.167
Jadi ukuran pusat modus tunggal dari data tersebut adalah 43.167

Ukuran Letak
Kuartil
Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data terurut

Keterangan:
      • Kuartil 1
Letak Q1 =  ¼ x n = ¼ x 50 = 12.5
TBQ1 = 64+65/2 = 96.5
i = 100
F1 = 8
f1 = 9
Q1       = TBQ1 + i  [(Letak Q1-F1)/f1]
            = 96.5 + 100 [(12.5-8)/9]
= 96.5 + 100 (4.5/9)
= 96.5 + 100 (0.5)
= 96.5 + 50
= 146.5
      • Kuartil 2
Letak Q2 = 2/4 x n = 2/4 x 50 = 25
TBQ2 = 74+75/2 = 111.5
i = 100
F2= 17
f2 = 15
Q2       = TBQ2 + i  [(Letak Q2-F2)/f2]
            = 111.5 + 100 [(25-17)/15]
            = 111.5 + 100 (8/15)
            = 111.5 + 100 (0.53)
            = 111.5 + 53
            = 164.5

      • Kuartil 3
Letak Q3 = ¾ x n = ¾ x 50 = 37.5
TBQ3 = 84+85/2 = 169.2
i = 100
            F3= 32
f3 = 12
Q3       = TBQ3 + i  [(Letak Q3-F3)/f3]
            = 169.2 + 100 [(37.5-32)/12]
            = 169.2 + 100 (5.5/12)
            = 169.2 + 100 (45)
            = 169.2 + 45
            = 214.2

Desil
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. Karena desil itu membagi letaknya menjadi 10, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya desil 1-3 saja.
    • Desil 1
LD1 = 1/10 x n = 1/10 x 50 = 5
TBD1 = 54+55/ 2 = 81.5
i = 100
F1 = 4
f1= 4
D1       = TBD1 + i [(LD1-F)/f]
            = 81.5 + 100 [(5-4)/4]
            = 81.5 + 100 (1/4)
            = 81.5 + 25
            = 106.5
    • Desil 2
LD2 = 2/10 x n = 2/10 x 50 = 10
TBD2 = 64+65/ 2 = 96.5
i = 100
F2 = 8
f2= 9
D2       = TBD2 + i [(LD2-F)/f2]
            = 96.5 + 100 [(10-8)/9]
            = 96.5 + 100 (2/9)
            = 96.5 + 100 (0.2)
            = 96.5 + 20
            = 116.5

    • Desil 3
LD3 = 2/10 x n = 3/10 x 50 = 15
TBD3 = 64+65/ 2 = 96.5
i = 100
F3 = 8
F3= 9
      D3       = TBD3 + i [(LD3-F)/f3]
= 96.5 + 100 [(15-8)/9]
= 96.5 + 100 (7/9)
= 96.5 + 100 (0.7)
= 96.5 + 70
= 166.5

Persentil
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. Karena persentil itu membagi letaknya  dari 100, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya persentil 1-3 saja.
    • Persentil 1
LP1 = 1/100 x n = 1/100 x 50 = 0.5
TBP1 = 29+30/ 2 = 44
i = 100
F1 = 0
f1= 4
P1        = TBP1 + i [(LP1-F1)/f1]
            = 44 + 100 [( 0.5-0)/4]
            = 44 + 100 (0.5/4)
            = 44 + 100 (0.125)
            = 44 + 12/.5
            = 46.4

    • Persentil 2
LP2 = 2/100 x n = 2/100 x 50 = 1
TBP2 = 29+30/ 2 = 44
i = 100
F2 = 0
F2= 4
P2  = TBP2 + i [(LP2-F2)/f2]
= 44 + 100 [( 1-0)/4]
= 44 + 100 (1/4)
= 44 + 25
= 69
    • Persentil 3
LP3 = 3/100 x n = 3/100 x 50 = 1.5
TBP3 = 29+30/ 2 = 44
i = 100
F3 = 0
F3= 4
P3  = TBP3 + i [(LP3-F3)/f3]
= 44 + 100 [( 1.5-0)/4]
= 44 + 100 (1.5/4)
= 44 + 100 ( 0.375)
= 44 + 37.5
= 81.5



IV.             KESIMPULAN/SARAN
            Jadi, berdasrakan data file Nilai siswa yang ada di laptop penulis dapat dihasilkan data distribusi frekuensi relative, distribusi frekuensi kumulatif, hidtogram frekuensi, polygon, dan ogif. Sedangkan berdasarkan ukuran numerik dalah sebagai berikut:
  1. Mean               = 68.48
  2. Median            = 36.59
  3. Modus             = 43.167
  4. Kuartil :
a.       Kuartil 1 = 146.5
b.      Kuartil 2 = 164.5
c.       Kuartil 3 = 214.4

  1. Desil:
a.       Desil 1 = 106.5
b.      Desil 2 = 116.5
c.       Desil 3 = 166.5

  1. Persentil:
a.       Persentil 1 =  46.4
b.      Persentil 2 = 69
c.       Persentil 3 = 81.5




UCAPAN TERIMA KASIH
 Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya lah jurnal ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Juga tak lupa kepada kedua orang tua, Dosen dan Teman-teman  yang telah memberikan motivasi dan tak henti-hentinya mendo’akan penulis

V          DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
Sarah, Irsyad., Meisa, Yusti., dkk. 2012. Modul Statistika dan Probabilitas I. UNPAD:Bandung.
Satria,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Data Numerik. STTG:Garut.
Satria,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Tabel Frekuensi. STTG:Garut