Rabu, 01 Juli 2015

Tugas Observasi Blog

Deret Berkala Persentase Penduduk Miskin di Kota Bandung 2005-2014
     Muhammad Fahru R (1306094)

Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Tekhnologi Garut (STTG)
Jalan Mayor Syamsu No. 2,Telp. (0262) 232773, Tarogong Kidul – Garut 44151
1306094@sttgarut.ac.id
2015



ABSTRAK

Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kota bandung. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedepannya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah bandung
Dari data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik bandung mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2005-2014 dapat diramalkan persentasenya 7 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut
           


BAB I
PENDAHULUAN




1.1  Latar Belakang

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kabuten Garut. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedeanyya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah Garut.        
Kata Kunci: Persentase, Miskin, bandung, trend, linear, kuadrat, eksponen

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang di uraikan, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di bandung dalam trend linear?
2.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di bandung dalam trend kuadrat?
3.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di bandung dalam trend eksponen?
4.      Bagaimana memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan?



1.3  Tujuan Masalah

Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui:
1.      Data persentase kemiskinan di bandung dalam trend linear
2.      Data persentase kemiskinan di bandung dalam trend kuadrat
3.      Data persentase kemiskinan di bandung dalam trend eksponen
4.      Memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan





BAB II
LANDASAN TEORI

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
2.1 Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret waktu, yaitu trend, siklus, musim dan tak beraturan (irregular). 
Trend (T) adalah deret waktu yang memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup rata (smooth). Siklus (C) adalah deret waktu yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari satu tahun.
Musim (S) adalah deret waktu yang memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian berulang pada tahun berikutnya.
Irregular (I) adalah deret waktu yang memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi


2.2 Trend Linier
Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier.  Persamaan trend linier adalah sebagai berikut: Yt = a + bt
                          
Di mana Yt menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.
 
2.2.1 Metode Least Square
Untuk menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least square. Persamaan umum least square adalah:  Yt = a + bt
Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:

2.3 Trend Kuadratik
Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, maka trend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola

Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Yt =  a + bt + ct2
2.4 Trend Eksponensial
Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial. Dalam metode ini digunakan persamaan:  Yt = a . bt
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b




TREND EKSPONENSIAL
2. 5 Memilih Trend Terbaik
Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. Antara lain mean square error (MSE), mean absolute error (MAE) dan mean absolute percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE

BAB III
KERANGKA KERJA




Dalam penelitian kali ini kerangka kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Memilih topik yang akan dibahas: Topik yang di pilih adalah mengenai persentase penduduk miskin di kota bandung
2.      Menentukan dan mengetahui kebutuhan informasi menegenai topik tersebut: topik ini dipilih karena menurut penulis, data dan peramalan mengenai kemiskinan ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan tolok ukur kesuksesan pemerintahan dan untuk mengetahui serta mempersiapkan antsipasi agar angka kemiskinan di bandung harus terus dutekan angkanya.
3.      Mencari data deret waktunya yang sudah ada (fakta): data mengenai persentase penduduk miskin di daerah Garut ini diambil dari Badan Pusat Statistik bandung, yaitu data dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2014.



BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1  Trend Linear
Untuk mencari persamaan Least Square, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
a = ∑Y / n = 199,9 / 8 = 24,9875
b = ∑XY / ∑X2 =   -153,5/ 330 = -0,46515152

YLinear = 24,9875 + (-0,46515152X)
ELinear = (Y-Ylinear)2

Tahun
Y
X
XY
X2
Ylinear
ErrorL
2005
28.6
-9
-257.4
81
24.17636364
19.56855868
2006
26.9
-7
-188.3
49
23.24606061
13.35127309
2007
21.6
-5
-108
25
22.31575758
0.512308907
2008
17.4
-3
-52.2
9
21.38545455
15.88384793
2009
15.1
-1
-15.1
1
20.45515152
28.67764775
2010
13.7
1
13.7
1
19.52484848
33.92885987
2011
17.6
3
52.8
9
18.59454545
0.989120661
2012
23.4
5
117
25
17.66424242
32.89891497
2013
18.2
7
127.4
49
16.73393939
2.149333701
2014
17.4
9
156.6
81
15.80363636
2.54837686
jumlah
199,9

-153.5
330
199.9
150.5082424
4.2  Trend Kuadrat
Untuk mencari persamaan trend kuadrat, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini
EKuadrat = (Y-YKuadrat)2

Tahun
Y
X
XY
X2
X2Y
X4
YKuadrat
ErrorK
2005
28.6
-9
-257.4
81
187644.6
6561
2492.830909
6072433.973
2006
26.9
-7
-188.3
49
64586.9
2401
846.1309091
671139.2824
2007
21.6
-5
-108
25
13500
625
-389.1266667
168696.3947
2008
17.4
-3
-52.2
9
1409.4
81
-1212.941818
1513740.99
2009
15.1
-1
-15.1
1
15.1
1
-1625.314545
2690959.881
2010
13.7
1
13.7
1
13.7
1
-1626.244848
2689419.106
2011
17.6
3
52.8
9
1425.6
81
-1215.732727
1521109.616
2012
23.4
5
117
25
14625
625
-393.7781818
174037.6354
2013
18.2
7
127.4
49
43698.2
2401
839.6187879
674728.8251
2014
17.4
9
156.6
81
114161.4
6561
2484.458182
6086376.072
Jumlah
199,9

-153.5
330
441079.9
19338
199.9
22262641.78

4.3  Trend Eksponensial
Untuk mencari persamaan trend eksponensial, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
EEksponen = (Y-YEksponen)2


Tahun
Y
X
 log Y
X log Y
Yeksponen
ErrorE
2005
28.6
-9
1.456366033
-13.1072943
23.47414031
26.27443759
2006
26.9
-7
1.42975228
-10.00826596
22.51680828
19.21236966
2007
21.6
-5
1.334453751
-6.672268756
21.59851856
2.19466E-06
2008
17.4
-3
1.240549248
-3.721647745
20.71767891
11.00699335
2009
15.1
-1
1.178976947
-1.178976947
19.87276202
22.77925733
2010
13.7
1
1.136720567
1.136720567
19.06230288
28.75429221
2011
17.6
3
1.245512668
3.736538003
18.28489622
0.469082834
2012
23.4
5
1.369215857
6.846079287
17.53919408
34.34904607
2013
18.2
7
1.260071388
8.820499716
16.82390346
1.893641678
2014
17.4
9
1.240549248
11.16494323
16.13778413
1.593188914
Jumlah
199,9

12.89216799
-2.983672898
196.0279889
146.3323118





BAB V
PENUTUP

  
5.1 KESIMPULAN

            KESIMPULAN

Kesimpulannya, data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik bandung mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2005-2014 dapat diramalkan Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat ditentukanDari hasil pengujian tabel tersebut yang mendekati dengan data yang asli adalah metode eksponensial dengan error yang lebih kecil 146.3323118Dengan begitu dapat di tebak dengan ketepatan yang sangat mendekati dengan yang real. Dengan y eksponensial = 196.0279889.


DAFTAR PUSTAKA
Satria, Eri. 2015. Deret Berkala dan Peramalan.                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar